Acwa menandatangani perjanjian pengembangan bersama dengan PT GARAM untuk proyek integrasi desalinasi air laut dan garam industri dengan skala utilitas yang pertama di Indonesia

Avatar photo

- Pewarta

Rabu, 12 Agustus 2026 - 10:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

  • Proyek senilai sekitar USD 400 juta yang dirancang untuk memproduksi sekitar 62.500 meter kubik air hasil desalinasi per hari dan 500.000 ton garam industri berkemurnian tinggi per tahun
  • Memperkuat ketahanan air dan garam industri Indonesia dalam satu fasilitas terintegrasi di Manyar, Gresik, Jawa Timur
  • Perjanjian pengembangan bersama ditandatangani di kantor Danantara di Jakarta dan disaksikan oleh Yth. Bapak Rosan Roeslani, Chief Executive Officer dari Danantara sekaligus Menteri Investasi Republik Indonesia

JAKARTA, Indonesia and RIYADH, Saudi Arabia, 12 Agustus, 2026 /PRNewswire/ — Acwa (sebelumnya ACWA Power), perusahaan yang tercatat di bursa saham Arab Saudi yang merupakan perusahaan desalinasi air swasta terbesar di dunia, pemimpin dalam transisi energi, serta pelopor hidrogen hijau berskala besar, telah menandatangani Perjanjian Pengembangan Bersama (Joint Development Agreement) dengan PT GARAM, badan usaha milik negara di bidang garam, untuk mengembangkan fasilitas terintegrasi desalinasi air laut dan produksi garam industri dengan skala utilitas yang pertama di Indonesia.

Left to right: Mr. Abraham Mose (President Director of PT GARAM), H.E. Mr. Rosan Roeslani (CEO Danantara, Minister of Investment of the Republic of Indonesia), H.E. Mr. Faisal Abdullah Al-Amodi (Ambassador of the Kingdom of Saudi Arabia to the Republic of Indonesia), Dr. Samir J. Serhan (Group CEO of Acwa) and Mr. Tim Anderson (President Director of PT Acwa Power Indonesia)
Left to right: Mr. Abraham Mose (President Director of PT GARAM), H.E. Mr. Rosan Roeslani (CEO Danantara, Minister of Investment of the Republic of Indonesia), H.E. Mr. Faisal Abdullah Al-Amodi (Ambassador of the Kingdom of Saudi Arabia to the Republic of Indonesia), Dr. Samir J. Serhan (Group CEO of Acwa) and Mr. Tim Anderson (President Director of PT Acwa Power Indonesia)

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Perjanjian tersebut ditandatangani oleh Bapak Abraham Mose, Direktur Utama PT GARAM, dan Mr. Tim Anderson, Chief Executive Officer PT Acwa Power Indonesia, di kantor Danantara di Jakarta, disaksikan oleh Yth. Bapak Rosan Roeslani, Chief Executive Officer Danantara sekaligus Menteri Investasi Republik Indonesia. Direncanakan berlokasi di Manyar, Gresik, Jawa Timur, dengan nilai sekitar USD 400 juta, fasilitas ini akan menggabungkan pabrik seawater reverse osmosis (SWRO) dengan lini produksi garam terintegrasi, yang menghasilkan sekitar 62.500 meter kubik air hasil desalinasi per hari dan sekitar 500.000 ton garam industri berkemurnian tinggi per tahun.

Dr. Samir J. Serhan, Chief Executive Officer Acwa, mengatakan: "Indonesia merupakan pasar pertumbuhan yang penting bagi Acwa, dan perjanjian ini menandai langkah lanjutan dalam komitmen kami untuk mendukung kebutuhan air dan industri jangka panjang negara ini. Dengan memadukan keahlian kami dalam desalinasi air laut berskala besar dan produksi garam industri berkemurnian tinggi, kami memiliki peluang untuk menghadirkan solusi terintegrasi yang memperkuat ketahanan air sekaligus mendukung ambisi Indonesia dalam meningkatkan produksi garam dalam negeri. Kami menantikan kerja sama yang erat dengan PT GARAM dan Danantara untuk memajukan proyek penting ini."

Proyek ini dirancang dengan skema Build-Own-Operate dan akan dikembangkan melalui perusahaan proyek yang didirikan di Indonesia, menggunakan struktur pembiayaan proyek dengan limited recourse atau non -recourse yang bertumpu pada arus kas dari proyek itu sendiri. Saat ini Indonesia mengimpor lebih dari 4 juta ton garam industri per tahun, dengan permintaan diperkirakan meningkat menjadi lebih dari 7,7 juta ton pada 2028. Dengan mendapatkan garam berkemurnian tinggi sebagai produk sampingan dari proses pengelolaan air garam (brine) hasil desalinasi air laut, fasilitas di Gresik ini dirancang untuk meningkatkan pasokan garam domestik sekaligus menyediakan sumber air hasil desalinasi yang andal untuk keperluan industri. Proyek ini juga membuka potensi, tergantung pada hasil studi kelayakan, untuk memulihkan mineral laut lainnya dari proses yang sama.

Abraham Mose, Direktur Utama PT GARAM, mengatakan: "Penandatanganan Joint Development Agreement ini menjadi tonggak penting bagi PT GARAM dalam membangun industri garam yang lebih modern, efisien, dan berdaya saing tinggi. Hal ini memungkinkan Indonesia meningkatkan kapasitas produksi garam sekaligus membangun ekosistem industri yang mengintegrasikan teknologi desalinasi air laut, produksi garam industri, efisiensi energi, dan potensi pengembangan mineral laut lainnya. Alih teknologi dan pengetahuan juga menjadi inti dari kolaborasi ini, dan tujuan kami adalah memastikan Indonesia memiliki fasilitas produksi berskala dunia beserta sumber daya manusia yang mampu mengoperasikan dan mengembangkannya secara berkelanjutan."

Tim Anderson, Chief Executive Officer PT Acwa Power Indonesia, mengatakan: "Ini adalah fondasi yang kuat untuk mengembangkan solusi terintegrasi yang disesuaikan dengan kebutuhan Indonesia. Menggabungkan produksi air hasil desalinasi air laut dan garam industri berkemurnian tinggi dalam satu fasilitas menciptakan potensi untuk menjawab dua prioritas nasional yang penting secara sekaligus. Fokus kami selanjutnya adalah bekerja sama secara erat dengan PT GARAM untuk memajukan proyek ini secara bertanggung jawab dan membangun fondasi bagi keberhasilan pengembangannya dalam jangka panjang."

Berdasarkan perjanjian tersebut, Acwa akan berkontribusi melalui pengalamannya dalam pengembangan proyek desalinasi air laut, pemilihan teknologi, desain teknis, struktur pembiayaan, rekayasa, pengadaan, dan konstruksi, serta operasi dan pemeliharaan jangka panjang. Kolaborasi ini juga mencakup alih pengetahuan dan teknologi, pelatihan, serta berbagi protokol operasi dengan personel dari PT GARAM dan perusahaan proyek. PT GARAM akan memimpin kesiapan dan akses lokasi proyek, perizinan, dan koordinasi pemangku kepentingan di Indonesia, serta pengembangan pasar dan saluran komersial untuk hasil produksi fasilitas tersebut.

Acwa memiliki lebih dari 98 GW kapasitas pembangkit listrik global, termasuk lebih dari 52 GW Energi Terbarukan, dan merupakan perusahaan desalinasi air swasta terbesar di dunia. Pengalaman globalnya dalam mengembangkan, membiayai, membangun, dan mengoperasikan infrastruktur air dan listrik berskala besar, bersama dengan kehadirannya yang terus berkembang di Indonesia, menempatkan perusahaan pada posisi yang tepat untuk mendukung kebutuhan jangka panjang Indonesia akan solusi air yang andal dan berkelanjutan.

Tentang Acwa

Acwa (TADAWUL: 2082) adalah perusahaan yang terdaftar di bursa efek Arab Saudi dan merupakan perusahaan swasta desalinasi air terbesar di dunia, pelopor dalam bidang hidrogen hijau, serta pemimpin dalam transisi energi global. Didirikan dan terdaftar pada tahun 2004 di Riyadh, Arab Saudi, Acwa mempekerjakan lebih dari 4.000 orang dan saat ini beroperasi di 16 negara yang tersebar di Timur Tengah, Afrika, Asia Tengah, dan Asia Tenggara. Per Juli 2026, portofolio Acwa mencakup 111 aset yang sedang beroperasi, dalam tahap pengembangan lanjut, atau dalam tahap konstruksi; aset-aset ini mewakili nilai kelolaan sebesar SAR 475 miliar / USD 127 miliar serta kapasitas untuk menghasilkan daya sebesar 98,2 GW (di mana 52,3 GW berasal dari energi terbarukan) dan mengelola 9,7 juta m³/hari air hasil desalinasi. Kapasitas energi dan air yang dihasilkan oleh aset-aset Acwa disalurkan dalam skala besar untuk memenuhi kebutuhan perusahaan utilitas milik negara dan sektor industri melalui kontrak jangka panjang dengan pembeli utama (*off-taker*), menggunakan model alih daya layanan utilitas serta Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).

Informasi lebih lanjut di halaman: www.acwapower.com.

 

Berita Terkait

Huawei Luncurkan Intelligent RAIL 2.0, Percepat Transformasi Digital di Sektor Perkeretaapian Global
DongCheng Tercantum dalam Daftar “Asia’s 500 Most Influential Brands” Selama Tiga Tahun Berturut-turut
Segway Powersports Ajak Media dan Kreator Konten Amerika Latin dan Kanada Menjelajahi Proses Produksi hingga Medan “Off-Road”
Greta Garbo kembali-membintangi inisiatif SKF untuk mengatasi gesekan
CTM dan Huawei Luncurkan Jaringan IP Komunikasi QKD Terintegrasi Pertama di Dunia, Perkuat Keamanan Digital di Greater Bay Area
RevitaLash® Cosmetics Memperkenalkan RevitaLash Peptide Complex+ Time Release Eyelash Conditioner, Serum Bulu Mata Revolusioner Tanpa Kandungan Analog Prostaglandin
Cambridge English Educational Partners Dukung Kemampuan Bahasa Inggris Pelajar Usia Dini Malaysia pada Era AI
EarthCare Foundation Gelar Subforum sebagai Rangkaian dari ASEAN-China Environmental Cooperation Forum 2026, Dorong Masyarakat Tangguh Hadapi Perubahan Iklim

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 07:33 WIB

Huawei Luncurkan Intelligent RAIL 2.0, Percepat Transformasi Digital di Sektor Perkeretaapian Global

Rabu, 30 September 2026 - 07:26 WIB

DongCheng Tercantum dalam Daftar “Asia’s 500 Most Influential Brands” Selama Tiga Tahun Berturut-turut

Rabu, 30 September 2026 - 06:34 WIB

Segway Powersports Ajak Media dan Kreator Konten Amerika Latin dan Kanada Menjelajahi Proses Produksi hingga Medan “Off-Road”

Rabu, 30 September 2026 - 05:00 WIB

Greta Garbo kembali-membintangi inisiatif SKF untuk mengatasi gesekan

Rabu, 30 September 2026 - 04:20 WIB

CTM dan Huawei Luncurkan Jaringan IP Komunikasi QKD Terintegrasi Pertama di Dunia, Perkuat Keamanan Digital di Greater Bay Area

Berita Terbaru

Pers Rilis

Pentingnya Belajar Bahasa Inggris di Era Digital

Selasa, 7 Jul 2026 - 18:16 WIB