JAKARTA – Dampak kebijakan pemangkasan anggaran Pemerintah yang berimbas pada lesunya industri ritel hingga perhotelan.
Awalnya, kebijakan efisiensi anggaran yang dijalankan pemerintah hanya akan berdampak pada industri perhotelan.
Namun, realitas di lapangan menunjukkan bahwa industri pusat perbelanjaan juga ikut merasakan dampaknya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja mengungkapkan keluhannya saat menyampaikan sambutan dalam acara BINA Diskon Lebaran 2025, di Jakarta, Jumat (14/3/2025).
“Terus terang saja Pak Menko (Airlangga Hartarto), pemangkasan anggaran yang dilakukan oleh pemerintah memang tidak berdampak secara langsung terhadap industri ritel.”
“Yang terdampak langsung biasanya itu industri perhotelan begitu ya salah satunya.”
“Tetapi ujung-ujungnya nanti akan berdampak terhadap ritel, dan sebetulnya sekarang sudah mulai terasa hal tersebut,” ujar Alphonzus.
Baca Juga:
Pameran Kanton ke-139 mencetak rekor baru dalam jumlah kehadiran pembeli luar negeri
Hisense Luncurkan XR10: Proyektor Premium yang Hadirkan Pengalaman Sinematik di Rumah
Menanggapi keluhan tersebut, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa Pemerintah bakal terus berupaya memperkuat daya beli masyarakat.
Salah satu langkah yang diambil adalah dengan menyalurkan Tunjangan Hari Raya (THR) Lebaran 2025 bagi PNS, TNI, dan Polri.
Selain itu, Pemerintah juga mendorong perusahaan jasa angkutan daring (online) untuk memberikan THR bagi pengemudi ojek online hingga kurir online.
Serta memberikan potongan tarif atau diskon tiket pesawat terbang pada periode Angkutan Lebaran 2025.
Baca Juga:
“Now Is Your Spark”: Huawei Dukung Pengguna Kendalikan Hidup dengan Teknologi untuk Seluruh Skenario
USANA Adakan Spa & Wellness Retreat Inspiratif Untuk Mendukung Perempuan di Asia Pasifik
“Ini diharapkan bisa mendorong masyarakat untuk terus belanja. Dan saya berharap bahwa Indonesia punya resiliensi karena kita punya kemampuan di dalam negeri (pasar domestik).”
“Dan tentu event-event belanja di dalam negeri kalau bisa juga menjadi tujuan pariwisata internasional,” ujarnya lagi.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengeluarkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 yang memerintahkan pemangkasan anggaran belanja negara sebesar Rp306,69 triliun.
Pemangkasan anggaran yang dilakukan yang terdiri atas efisiensi anggaran belanja kementerian/lembaga (K/L) sebesar Rp256,1 triliun, dan efisiensi anggaran transfer ke daerah Rp50,5 triliun.
Pemangkasan tersebut, menurut Alphonzus, telah membuat industri ritel merasakan penurunan transaksi.
Pasalnya, secara tidak langsung kebijakan itu berdampak pada penurunan daya beli masyarakat menengah ke bawah yang sudah terasa sejak 2024.
Baca Juga:
Eternal Tower Saga (ETS) Luncurkan Tahap Open Beta pada 7 Mei 2026
Pylontech Tercantum dalam Daftar “BloombergNEF Tier 1 Energy Storage Manufacturer”
Oleh karena itu, ia berharap program BINA Diskon Lebaran 2025 yang berjalan selama periode 14-30 Maret 2025 dapat mendongkrak minat masyarakat untuk berbelanja.
“Makanya kami mendorong BINA program ini. Kemudian juga diharapkan, puncak penjualan akan terjadi pada minggu ini, makanya dilaksanakan (peluncuran) tanggal 14 (Maret 2025),” ujarnya pula.
Alphonzus juga menambahkan bahwa beberapa perusahaan sudah mulai mencairkan THR kepada para pekerjanya yang diharapkan mampu meningkatkan transaksi di pusat perbelanjaan sebelum masyarakat sibuk dengan aktivitas mudik.***
Sempatkan untuk membaca berbagai berita dan informasi seputar ekonomi dan bisnis lainnya di media Bisnispost.com dan Ekbisindonesia.com
Simak juga berita dan informasi terkini mengenai politik, hukum, dan nasional melalui media Apakabartv.com dan Pusatsiaranpers.com
Informasi nasional dari pers daerah dapat dimonitor langsumg dari portal berita Sulawesiraya.com dan Harianjayakarta.com
Sedangkan untuk publikasi press release serentak di puluhan media lainnya, klik Persrilis.com atau Rilispers.com (150an media).
Untuk harga paket yang lebih hemat klik Rilisbisnis.com (khusus media ekbis) dan Jasasiaranpers.com (media nasional).
Untuk informasi, hubungi WhatsApp Center Pusat Siaran Pers Indonesia (PSPI): 085315557788, 08557777888, 087815557788, 08111157788.
Pastikan juga download aplikasi Hallo.id di Playstore (Android) dan Appstore (iphone), untuk mendapatkan aneka artikel yang menarik. Media Hallo.id dapat diakses melalui Google News. Terima kasih.











