Polemik Gaya Bicara Menkeu Purbaya: Kontroversi, Pembelaan, dan Masa Depan

Mengapa Purbaya Yudhi Sadewa diminta mundur? Simak analisis lengkap kontroversi dan pembelaan dari Tantowi Yahya.

Avatar photo

- Pewarta

Kamis, 11 September 2025 - 14:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memimpin rapat kerja pertamanya dengan Komisi XI DPR RI dengan gaya bicara yang blak-blakan dan tanpa basa-basi. (Instrgram.com @pyudhisadewa)

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memimpin rapat kerja pertamanya dengan Komisi XI DPR RI dengan gaya bicara yang blak-blakan dan tanpa basa-basi. (Instrgram.com @pyudhisadewa)

SUASANA Senayan pada Selasa pagi itu berubah menjadi panggung suara hati generasi muda. Puluhan mahasiswa Universitas Indonesia (UI) berdiri tegak di depan gedung parlemen.

Spanduk-spanduk putih terbentang, menorehkan tinta hitam yang menyuarakan satu nama: Purbaya Yudhi Sadewa. Satu tuntutan: mundur.

Aksi damai itu adalah respons atas pernyataan Menteri Keuangan yang baru saja dilantik itu. Pernyataan Purbaya bagai bensin yang menyulut amunisi kritik.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Purbaya dinilai meremehkan “17+8 Tuntutan Rakyat” dengan menyebutnya hanya berasal dari sebagian kecil rakyat Indonesia dan mengaku belum mempelajarinya.

Dua hari kemudian, pada Kamis, 11 September 2025, presenter kondang Tantowi Yahya angkat bicara.

Mantan anggota DPR RI periode 2009-2014 itu menyoroti fenomena langka dalam politik Indonesia.

Seorang menteri yang belum genap 24 jam menjabat sudah dihadapkan pada tuntutan pengunduran diri.

“Bukan karena kinerjanya tapi karena ucapan dan gaya bicaranya,” tulis Tantowi dalam unggahan Instagramnya.

Ia menggambarkan Purbaya sebagai menteri baru yang “habis dirujak publik” akibat gaya komunikasinya yang blak-blakan dan tanpa basa-basi.

Jurus Komunikasi Sang Menteri Baru

Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan Republik Indonesia, memang langsung menyita perhatian.

Gaya bicaranya yang ceplas-ceplos dan kerap menyebut diri memiliki gaya ‘koboi’ menciptakan polarisasi.

Di satu sisi, dinilai refreshing. Di sisi lain, dianggap arogan dan tidak mencerminkan etiket diplomatik seorang menteri.

Permintaan maafnya atas komentar mengenai tuntutan rakyat tidak serta merta meredakan badai.

Tantowi Yahya mengamati bahwa dalam raker pertamanya dengan Komisi XI DPR RI pada 10 September 2025, Purbaya justru mempertegas gaya tersebut.

“Purbaya kembali bicara apa adanya, tanpa basa-basi dan rasa takut,” tulisnya.

Tantowi menambahkan, gaya itu rupanya menciptakan ketidaknyamanan di internal kementeriannya sendiri.

“Para wamen (wakil menteri) dan pejabat eselon 1 yang mendampinginya terlihat tidak nyaman,” ujarnya.

Ia bahkan berkelakar bahwa mungkin ada yang ‘dongkol’ dengan pilihan Presiden ini.

Antara Bahasa Pasar dan Bahasa Teknokrat

Tantowi Yahya memberikan perspektif lain untuk memahami sosok Purbaya. Menurutnya, Purbaya tidak berbicara seperti seorang ekonom teknokrat pada umumnya.

“Dia bicara bahasa pasar, tempat dia dibesarkan,” jelas Tantowi. Ini, menurutnya, bisa jadi sebuah keunggulan.

Prioritasnya mungkin akan lebih pada kondisi riil pasar daripada sekadar angka-angka statistik yang terkesan menggembirakan.

Dalam narasi Tantowi, Purbaya hadir sebagai antithesis dari birokrat yang kaku.

Sebuah percobaan berani untuk menyuntikkan cara pandang baru dalam mengelola keuangan negara.

Keyakinan ini yang mendorong Tantowi untuk meminta publik memberikan kesempatan bagi Purbaya bekerja.

“Memperhatikan ucapan dan tekadnya selama dua hari ini bisa jadi (Insya Allah) dia yang akan menyelamatkan ekonomi kita yang terus terpuruk,” tuturnya.

Ia mengakui opininya bisa saja salah, namun waktu yang akan membuktikan.

Demokrasi dan Akuntabilitas Publik

Aksi mahasiswa UI mengingatkan kembali pada fondasi demokrasi: akuntabilitas publik.

Setiap pernyataan pejabat negara, terutama yang menyangkut aspirasi rakyat, dapat dan harus dikritisi.

Mahasiswa, sebagai bagian dari civil society, menggunakan hak konstitusionalnya untuk menyampaikan pendapat.

Tuntutan mundur adalah bentuk kontrol sosial yang paling keras. Ini menunjukkan tingkat ekspektasi dan kekecewaan yang tinggi terhadap seorang pejabat yang baru saja memulai tugasnya.

Isu ini telah memantik debat publik tentang gaya kepemimpinan yang dibutuhkan Indonesia di tengah tantangan ekonomi global.

Purbaya Yudhi Sadewa kini berada di ujung tanduk. Gaya ‘koboi’-nya diuji: apakah akan menjadi kekuatan yang membawa angin segar dan solusi nyata, atau justru menjadi bumerang yang memperdalam krisis kepercayaan.

Jawabannya tidak terletak pada kata-kata, tetapi pada kebijakan dan hasil kerjanya di bulan-bulan mendatang.****

Sempatkan untuk membaca berbagai berita dan informasi seputar ekonomi dan bisnis lainnya di media Infokumkm.com dan Pangannews.com 

Simak juga berita dan informasi terkini mengenai politik, hukum, dan nasional melalui media Delapannews.com dan Apakabarindonesia.com.

Informasi nasional dari pers daerah dapat dimonitor langsumg dari portal berita Harianmalang.com dan Haisumatera.com

Untuk mengikuti perkembangan berita nasional, bisinis dan internasional dalam bahasa Inggris, silahkan simak portal berita Indo24hours.com dan 01post.com.

Pastikan juga download aplikasi Hallo.id di Playstore (Android) dan Appstore (iphone), untuk mendapatkan aneka artikel yang menarik. Media Hallo.id dapat diakses melalui Google News. Terima kasih.

Kami juga melayani Jasa Siaran Pers atau publikasi press release di lebih dari 175an media, silahkan klik Persrilis.com

Sedangkan untuk publikasi press release serentak di media mainstream (media arus utama) atau Tier Pertama, silahkan klik Publikasi Media Mainstream.

Indonesia Media Circle (IMC) juga melayani kebutuhan untuk bulk order publications (ribuan link publikasi press release) untuk manajemen reputasi: kampanye, pemulihan nama baik, atau kepentingan lainnya.

Untuk informasi, dapat menghubungi WhatsApp Center Pusat Siaran Pers Indonesia (PSPI): 085315557788, 087815557788.

Dapatkan beragam berita dan informasi terkini dari berbagai portal berita melalui saluran WhatsApp Sapulangit Media Center

Berita Terkait

Jaringan Global PR Newswire Bertemu Media Lokal PSPI untuk Perluas Publikasi Klien Korporasi
Purbaya Janjikan Ekonomi RI Pulih, Semua Anggaran Wajib Terserap di Akhir 2025
Sektor Keuangan dan Teknologi Jadi Andalan di Tengah Koreksi CSA Index
UMKM dan Produk Lokal akan Jadi Senjata Harbolnas 2025 Agar Capai Rp35 Triliun
Mengundang Jurnalis Ekonomi Bukan Sekadar Kirim Undangan Biasa
Pembiayaan Konsumer BSI Naik, Kualitas Aset Tetap Terjaga
Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan
Komunikasi Visual Perusahaan Bertransformasi Lewat Galeri Foto Pers

Berita Terkait

Rabu, 19 November 2025 - 13:57 WIB

Jaringan Global PR Newswire Bertemu Media Lokal PSPI untuk Perluas Publikasi Klien Korporasi

Sabtu, 13 September 2025 - 07:08 WIB

Purbaya Janjikan Ekonomi RI Pulih, Semua Anggaran Wajib Terserap di Akhir 2025

Sabtu, 13 September 2025 - 00:12 WIB

Sektor Keuangan dan Teknologi Jadi Andalan di Tengah Koreksi CSA Index

Kamis, 11 September 2025 - 14:27 WIB

Polemik Gaya Bicara Menkeu Purbaya: Kontroversi, Pembelaan, dan Masa Depan

Senin, 8 September 2025 - 14:34 WIB

UMKM dan Produk Lokal akan Jadi Senjata Harbolnas 2025 Agar Capai Rp35 Triliun

Berita Terbaru