Royal Group Sukses Gelar Konser “Rise for Khmer”, Tegaskan Komitmen pada Kebudayaan, Persatuan, dan Kemajuan Nasional Kamboja

Avatar photo

- Pewarta

Rabu, 3 Desember 2025 - 04:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Since 1991, under Chairman Neak Oknha Kith Meng, Royal Group has become a Cambodian institution built by Cambodians, for Cambodia.

Since 1991, under Chairman Neak Oknha Kith Meng, Royal Group has become a Cambodian institution built by Cambodians, for Cambodia.

SINGAPURA dan PHNOM PENH, Kamboja, 3 Desember 2025 /PRNewswire/ — Royal Group mengumumkan kesuksesan besar konser Rise for Khmer, Stand for Peace yang berlangsung di Salle Pleyel, Paris. Konser ini merayakan kegigihan, kebudayaan, dan persatuan masyarakat Kamboja. Dihadiri oleh Phoeurng Sackona, Menteri Kebudayaan dan Seni Rupa Kamboja, konser ini menegaskan pentingnya menjaga dan memajukan identitas bangsa, serta ekspresi seni Khmer.

Sejak 1991, dipimpin Chairman, Neak Oknha Kith Meng, Royal Group bukan sekadar sebuah perusahaan. Royal Group kini telah menjadi institusi Kamboja — dibangun oleh orang Kamboja, untuk Kamboja — yang memperjuangkan kemajuan bangsa Kamboja dengan prinsip-prinsip inklusif, bermakna, dan berkelanjutan.

Since 1991, under Chairman Neak Oknha Kith Meng, Royal Group has become a Cambodian institution built by Cambodians, for Cambodia.
Since 1991, under Chairman Neak Oknha Kith Meng, Royal Group has become a Cambodian institution built by Cambodians, for Cambodia.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Konser Rise for Khmer, Stand for Peace bukan hanya sebuah pertunjukan musik. Konser ini mencerminkan kisah Kamboja: sebuah negara yang pernah menghadapi banyak tantangan, namun mampu bangkit kembali dengan kegigihan, dan terus bergerak maju dengan martabat, kerendahan hati, dan kekuatan yang tak tergoyahkan.

Rise for Khmer, Stand for Peace reflects Cambodia’s resilient journey—rising with dignity, humility, and unwavering strength through past and present challenges.
Rise for Khmer, Stand for Peace reflects Cambodia’s resilient journey—rising with dignity, humility, and unwavering strength through past and present challenges.

Mewakili perusahaan, juru bicara Royal Group of Companies menegaskan kembali komitmen perusahaan di bawah kepemimpinan Neak Oknha Kith Meng: "Royal Group menilai bahwa persatuan, kepedulian, dan perdamaian merupakan basis kekuatan Kamboja. Investasi kami — mulai dari telekomunikasi, perbankan, hingga perhotelan — menjangkau jutaan warga Kamboja setiap hari. Dukungan kami terhadap perkembangan seni Khmer, baik di dalam maupun luar negeri, mencerminkan komitmen untuk melestarikan dan mengangkat jati diri Kamboja."

Konser ini turut menyoroti makna dari kekuatan komunitas, terutama bagi masyarakat yang tinggal di wilayah perbatasan yang menghadapi berbagai tantangan.

Royal Group supports “Rise for Khmer,” showcasing Cambodian spirit globally and reinforcing unity, resilience, and community strength, especially for affected families from border conflicts.
Royal Group supports “Rise for Khmer,” showcasing Cambodian spirit globally and reinforcing unity, resilience, and community strength, especially for affected families from border conflicts.

Chairman, Neak Oknha Kith Meng, ikut mengomentari konser ini:
"Semangat Khmer selalu menyala-nyala dan menggapai fajar. Ketika fajar tiba, kami bangkit kembali — bukan hanya untuk diri sendiri, namun juga untuk generasi berikutnya. Bukan tentang seberapa tinggi kami bangkit; tetapi tentang seberapa banyak orang yang kita ajak bangkit bersama."

Kesuksesan konser ini terwujud berkat kerja sama Khmer Artists Association yang dipimpin Lok Chumteav Neak Oknha Mao Chamnan, President, Khmer Artists Association, bersama Baramey Productions dan Sabay Events Productions, serta dukungan Kementerian Kebudayaan dan Seni Rupa Kamboja.

Berita Terkait

NABR: Untuk Kedua Kalinya, Dinas Perikanan dan Satwa Liar A.S. Tolak Petisi Aktivis Untuk Mencantumkan Monyet Ekor Panjang Ke Dalam Undang-Undang Spesies Terancam Punah
Sekolah-Sekolah Terkemuka di Asia Tenggara Bergabung sebagai Cambridge English Educational Partners untuk Menyiapkan Talenta Masa Depan
Pakar Sejarah PKT: Gansu Berperan Penting dalam “Long March”
XCMG Perluas Program Pendidikan Kejuruan di Pasar Global untuk Menyiapkan Talenta Masa Depan, Bertepatan dengan Hari Keterampilan Pemuda Sedunia
Casio Hadirkan Pengalaman Baru G-SHOCK di Roblox bagi Generasi Muda
“Now is Your Moment”: Huawei Hadirkan Berbagai Potensi Baru untuk Setiap Momen Lewat Inovasi yang Mencakup Seluruh Skenario
Dewan Architects + Engineers Raih Dua Gelar sebagai Firma Arsitektur dan Desain Perhotelan Terbaik di Asia dalam Ajang AADA 2026
September Ini, SIAL Guangzhou Soroti Tujuh Tren yang Menentukan Arah Industri Makanan dan Minuman Tiongkok

Berita Terkait

Rabu, 15 Juli 2026 - 16:41 WIB

NABR: Untuk Kedua Kalinya, Dinas Perikanan dan Satwa Liar A.S. Tolak Petisi Aktivis Untuk Mencantumkan Monyet Ekor Panjang Ke Dalam Undang-Undang Spesies Terancam Punah

Rabu, 15 Juli 2026 - 07:56 WIB

Sekolah-Sekolah Terkemuka di Asia Tenggara Bergabung sebagai Cambridge English Educational Partners untuk Menyiapkan Talenta Masa Depan

Rabu, 15 Juli 2026 - 04:30 WIB

Pakar Sejarah PKT: Gansu Berperan Penting dalam “Long March”

Rabu, 15 Juli 2026 - 04:00 WIB

XCMG Perluas Program Pendidikan Kejuruan di Pasar Global untuk Menyiapkan Talenta Masa Depan, Bertepatan dengan Hari Keterampilan Pemuda Sedunia

Rabu, 15 Juli 2026 - 03:00 WIB

Casio Hadirkan Pengalaman Baru G-SHOCK di Roblox bagi Generasi Muda

Berita Terbaru

Pers Rilis

Pentingnya Belajar Bahasa Inggris di Era Digital

Selasa, 7 Jul 2026 - 18:16 WIB