DJI Uji Teknologi Drone di Puncak Tertinggi Dunia, Dorong Terobosan Pengiriman Logistik, Pemetaan, dan Riset Iklim di Ketinggian Ekstrem

Avatar photo

- Pewarta

Jumat, 10 Juli 2026 - 05:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SHENZHEN, Tiongkok, 10 Juli 2026 /PRNewswire/ — DJI, pemimpin teknologi pesawat nirawak (drone) untuk kepentingan sipil dan kamera kreatif di dunia, mengumumkan keberhasilan tiga misi di Gunung Qomolangma atau Gunung Everest. Misi tersebut menghasilkan kemajuan penting dalam pengiriman logistik, pemetaan, dan penelitian atmosfer di wilayah dengan ketinggian ekstrem. Dalam rangkaian pengujian tersebut, DJI menggunakan DJI FlyCart 100 untuk pengiriman logistik dan DJI Matrice 4E untuk pemetaan di Lereng Selatan Everest, Nepal. Sementara itu, drone pengiriman eVTOL pertama DJI, DJI EV50, mendukung pengiriman jarak jauh di ketinggian ekstrem untuk penelitian kimia atmosfer di Lereng Utara Everest, Tiongkok.

Pencapaian ini melanjutkan upaya DJI selama puluhan tahun dalam mendorong batas kemampuan teknologi drone di gunung tertinggi dunia. Pada 2009, DJI menguji helikopter tanpa awak yang dilengkapi sistem kendali penerbangan XP3.1 di Everest. Setahun kemudian, sistem kendali penerbangan DJI Ace One berhasil beroperasi di atas ketinggian 4.700 meter. Pada 2022, DJI Mavic 3 mencapai puncak Everest dan menghasilkan rekaman drone pertama dari ketinggian 8.848,86 meter. Selanjutnya, pada 2024, DJI FlyCart 30 menjalankan uji coba pengiriman logistik dengan drone pertama di dunia dari Base Camp ke Camp 1 di Lereng Selatan Everest.

"Tim kami terus berupaya membuat gunung tertinggi di dunia ini lebih aman dan lebih bersih bagi para Sherpa maupun pendaki dari berbagai negara," ujar Christina Zhang, Juru Bicara DJI. "Kami tentu bangga dengan pencapaian misi terbaru ini. Ke depan, kami berharap kerja sama dengan komunitas ilmiah bisa terus berkembang sehingga teknologi drone semakin berperan menyelamatkan nyawa sekaligus mendukung upaya konservasi di berbagai belahan dunia."

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Drone Pengiriman Berketinggian Tinggi Mengangkut 10.073 Kilogram Logistik dan Limbah

High Altitude Drone Delivery Transports 10,073 kg in Supplies and Waste
High Altitude Drone Delivery Transports 10,073 kg in Supplies and Waste

DJI FlyCart 100 merupakan drone pengiriman berkapasitas besar yang mampu mengangkut muatan hingga 100 kilogram di permukaan laut dengan efisiensi energi yang lebih baik dan jangkauan lebih jauh. Bersama perusahaan drone Nepal, Airlift, DJI menguji performa FlyCart 100 di ketinggian ekstrem, termasuk kapasitas angkut, jangkauan transmisi, akurasi penentuan posisi RTK, stabilitas sinyal, dan daya tahan baterai pada suhu di bawah titik beku, yakni antara minus 15 hingga 5 derajat Celsius. Muatan yang diangkut terdiri atas berbagai perlengkapan ekspedisi pendakian gunung, seperti tabung oksigen, tali, tangga, dan peralatan lain yang diterbangkan antara Base Camp dan Camp 1.

Pengujian tahun ini menunjukkan kemampuan FlyCart 100 membawa muatan hingga 47 kilogram pada ketinggian lebih dari 6.300 meter. Secara keseluruhan, drone tersebut mengangkut 10.073 kilogram logistik dan limbah antara Base Camp dan Camp 1. Dari jumlah tersebut, 7.215 kilogram merupakan perlengkapan pendakian gunung, sedangkan 2.858 kilogram lainnya berupa limbah yang berhasil dikeluarkan dari gunung. Satu penerbangan satu arah hanya membutuhkan waktu delapan menit. Sebelumnya, para Sherpa harus berjalan kaki selama enam hingga delapan jam sambil melintasi Khumbu Icefall yang berbahaya untuk mengirimkan muatan serupa.

Ke depan, DJI FlyCart 100 akan mendukung target jangka panjang komunitas pendaki gunung di Nepal untuk mengangkut sekitar 5.000 tabung oksigen setiap musim pendakian antara Base Camp dan Camp 1. Dalam perjalanan pulang, drone ini juga akan mengangkut sekitar 10.000 kilogram limbah dari kamp-kamp yang lebih tinggi, area yang sebelumnya sulit dibersihkan. Secara rata-rata, setiap pendaki meninggalkan sekitar delapan kilogram sampah di gunung. Upaya tersebut sejalan dengan target keberlanjutan Nepal, termasuk program "Zero Waste Initiative 2027" yang digagas Nepal Mountain Association.

Mendukung Pemetaan Gletser untuk Menjaga Keselamatan Pendakian Gunung

DJI Matrice 4E was tested in a high-altitude mountaineering environment to obtain high-resolution glacier intelligence
DJI Matrice 4E was tested in a high-altitude mountaineering environment to obtain high-resolution glacier intelligence

Sepanjang momen pendakian gunung pada musim semi 2026, DJI menguji DJI Matrice 4E untuk memperoleh data gletser beresolusi tinggi di lingkungan pegunungan berketinggian ekstrem. Dilengkapi berbagai sensor pintar, enterprise drone berukuran ringkas ini menunjukkan kinerja yang baik pada ketinggian 6.450 meter dengan suhu di bawah minus 20 derajat Celsius. Hanya dalam waktu 3,5 jam, Matrice 4E berhasil memetakan lebih dari 3 kilometer persegi area inti Khumbu Icefall hingga tingkat ketelitian sentimeter, mencakup Base Camp, jalur es Khumbu, hingga area di atas Camp 1. Kemampuan tersebut secara signifikan memangkas waktu survei, serta mendukung pemantauan bahaya secara langsung, membantu perencanaan rute yang lebih aman, mempercepat mobilitas di gunung, dan meningkatkan dukungan terhadap misi penyelamatan.

Fitur Laser Range Finder pada drone digunakan untuk mengukur jarak dan kondisi medan secara akurat dalam waktu nyata. Data koordinat yang dihasilkan drone ini membantu tim mengidentifikasi serta membagikan lokasi bahaya secara lebih presisi. Dalam misi pencarian dan penyelamatan, drone ini juga berfungsi sebagai "sepasang mata tambahan" yang mampu mendeteksi keberadaan dan pergerakan manusia di medan bersalju.

DJI menilai Matrice 4E akan terus berperan penting dalam meningkatkan keselamatan pendakian gunung dengan menyediakan data yang dibutuhkan tim pendaki untuk mengambil keputusan yang lebih cepat dan aman di lingkungan ekstrem Everest. "Meski pemetaan gletser dan pemantauan satelit telah digunakan di berbagai wilayah dunia, pendekatan yang kami tempuh di Nepal memiliki keunikan tersendiri karena tingkat detail, penerapan operasional, dan fokusnya pada keselamatan pendaki secara langsung," kata Raj Bikram Maharjan, CEO Airlift Technology. "Misi ini merupakan implementasi pertama Matrice 4E di Nepal dan kemungkinan menjadi salah satu penggunaan operasional nyata pertama di dunia dalam skala seperti ini untuk lingkungan ekspedisi dengan ketinggian ekstrem."

Mendukung Riset Perubahan Iklim di Ketinggian Ekstrem

DJI's first eVTOL delivery drone EV50
DJI’s first eVTOL delivery drone EV50

Mendukung komunitas ilmiah, DJI juga menguji drone pengiriman eVTOL pertamanya, DJI EV50, untuk melakukan pengamatan rinci terhadap polutan atmosfer di troposfer dengan ketinggian sangat ekstrem. Selama 12 hari, peralatan pengukur ozon milik College of Environmental Sciences and Engineering, Peking University, diangkut sebanyak 12 kali dari base camp pendakian di Qomolangma National Nature Reserve. Untuk menghadapi kondisi angin yang kompleks dan lingkungan terbang yang ekstrem, DJI menerapkan pola penerbangan spiral dan bolak-balik. Penerbangan paling sukses mencapai ketinggian 8.861 meter dengan pendakian berkelanjutan sejauh 3.730 meter. Untuk pertama kalinya, para peneliti Peking University menggunakan drone untuk melakukan pengamatan troposfer di ketinggian ekstrem dalam rangka penelitian atmosfer.

Mewujudkan Masa Depan Pendakian Gunung yang Lebih Aman

Selama 20 tahun terakhir, DJI terus menghadirkan inovasi teknologi drone, mulai dari merintis drone dengan kamera modern hingga mengembangkan berbagai solusi yang kini digunakan di sektor pertanian, infrastruktur, dan keselamatan publik di banyak negara. Pada 2026, DJI membawa teknologi tersebut ke puncak tertinggi dunia, bukan untuk mencetak rekor baru, melainkan mendukung konservasi alam. DJI menegaskan komitmennya untuk terus bekerja sama dengan mitra lokal, komunitas pendaki, dan para ilmuwan guna memperluas pemanfaatan teknologi drone di lingkungan ekstrem demi mendukung penelitian, isu keberlanjutan, dan keselamatan.

Ketersediaan Produk

DJI FlyCart 100 tersedia melalui distributor resmi DJI Delivery. Informasi lebih lanjut: https://www.dji.com/flycart-100 

DJI Matrice 4 Series tersedia melalui distributor resmi DJI Enterprise. Informasi lebih lanjut: https://enterprise.dji.com/matrice-4-series 

Tentang DJI

Sejak 2006, DJI memimpin inovasi pesawat nirawak (drone) untuk kepentingan sipil di pasar dunia. DJI membantu berbagai orang menerbangkan drone untuk pertama kali, serta mendukung sosok-sosok visioner yang ingin mewujudkan imajinasinya, dan memfasilitasi tenaga profesional untuk mentransformasi pekerjaannya. Kini, DJI membangun dunia yang lebih baik dengan mendorong kemajuan manusia. Dengan pola pikir yang berorientasi pada solusi, serta kuriositas, DJI merambah sektor pertanian, keamanan publik, survei dan pemetaan, serta inspeksi infrastruktur. Dalam setiap aplikasi, produk DJI memberikan manfaat positif untuk kehidupan manusia di seluruh dunia lewat cara-cara yang sangat inovatif.

Informasi selengkapnya:
Situs Resmi: www.dji.com
Gerai Daring: store.dji.com
Facebook: www.facebook.com/DJI
Instagram: https://www.instagram.com/djidelivery_official/
X: https://X.com/DJI_Delivery
LinkedIn: www.linkedin.com/company/dji
Kanal YouTube: https://www.youtube.com/@DJIDelivery

Berita Terkait

Membawa Penggemar Lebih Dekat ke Setiap Momen: Hisense Tingkatkan Pengalaman Menonton FIFA World Cup 2026™ Melalui Inovasi Teknologi Layar TV
World Offshore Week 2026 Satukan Pelaku Industri Energi, Migas Lepas Pantai, dan Maritim Asia di Singapura
53% Pemberi Kerja Kesulitan Menemukan Lulusan yang Siap Menghadapi AI. Studi Baru Petakan Enam Langkah Strategis bagi Indonesia
Cathay FHC Gelar Forum “Climate Finance” Terbesar di Asia, Cetak Rekor Jumlah Peserta, Perkuat Momentum Menuju Transisi Berkelanjutan
Mouser Bahas Masa Depan Robot Humanoid Lewat Episode “Rise of the Robots”
Hisense Hadirkan Pengalaman Menonton FIFA World Cup 2026™ yang Lebih Seru dan Imersif dari Rumah
Dialog Tiongkok-Meksiko Bahas Peran Transportasi Rel dalam Pembangunan Kota dan Kerja sama Kebudayaan yang Berkelanjutan
EACON Resmi Melantai di Bursa Efek Hong Kong, Percepat Pertumbuhan Sektor Tambang Otonom di Pasar Global

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 05:28 WIB

DJI Uji Teknologi Drone di Puncak Tertinggi Dunia, Dorong Terobosan Pengiriman Logistik, Pemetaan, dan Riset Iklim di Ketinggian Ekstrem

Kamis, 9 Juli 2026 - 13:21 WIB

Membawa Penggemar Lebih Dekat ke Setiap Momen: Hisense Tingkatkan Pengalaman Menonton FIFA World Cup 2026™ Melalui Inovasi Teknologi Layar TV

Kamis, 9 Juli 2026 - 13:03 WIB

World Offshore Week 2026 Satukan Pelaku Industri Energi, Migas Lepas Pantai, dan Maritim Asia di Singapura

Kamis, 9 Juli 2026 - 09:21 WIB

53% Pemberi Kerja Kesulitan Menemukan Lulusan yang Siap Menghadapi AI. Studi Baru Petakan Enam Langkah Strategis bagi Indonesia

Kamis, 9 Juli 2026 - 08:21 WIB

Cathay FHC Gelar Forum “Climate Finance” Terbesar di Asia, Cetak Rekor Jumlah Peserta, Perkuat Momentum Menuju Transisi Berkelanjutan

Berita Terbaru

Pers Rilis

Pentingnya Belajar Bahasa Inggris di Era Digital

Selasa, 7 Jul 2026 - 18:16 WIB